Setelah mengawali kompetisi dengan tertatih-tatih Tim futsal Muamalah akhirnya bisa melaju kebabak selanjutnya yang akan menjamu agroteknologi di partai 16 besar. Kemenangan tersebut berkat adanya insiden keributan dan tak lepas dari penampilan gemilang sang kiper muda Farid Cahyafauzi yang beberpa kali melakukan one by one save, dengan lawan ketika muamalah bermain dengan hanya 3 orang pemain.
Hera sebagai pelatih menuturkan bahwa "Timpangnya pertandingan perdana di dalam kolektivitas tim, disebabkan oleh faktor mental, terlebih di skuad baru muamalat kali ini banyak dihuni oleh anak Mahasiswa baru yang notabenenya masih minim pengalaman bertanding. Namun saya yakin di partai kedua nanti performa mereka akan ke tahap terbaiknya, dan akan kembali memberi kemenangan bagi para Gladiator Muamalah"
Dan terbukti sudah tuturan sang pelatih, di partai 16 besar ini. Tim muamalah bermain lepas dan kolektif dari awal laga terus menggempur pertahanan dan mengusai jalannya pertandingan. Al hasil muamalat berhasil menundukan agroteknologi dengan skor telak 2-0, yang di lesakan oleh Luby dan Irvan Maulana.
Di partai 8 besar Muamalah harus berhadapan rival dan seteru abadi mereka yakni Jurnalistik, yang sudah lebih dahulu masuk 8 besar dengan meyakinkan, setelah mengalahkan Sosiologi dengan skor funtastik 6-1. " ini akan menjadi laga yang sulit bagi kedua tim, pasalnya keduanya sama-sama memiliki permainan yang eksentrik dan berpola, terlebih lagi keduanya memiliki suporter yang fanatik, sehingga yang akan menentukan adalah mental tim dan fokus" ujar Hera pelatih muamalah.
Tak seperti biasanya, di pertandingan 8 besar ini lapangan dijaga oleh beberpa orang polisi, karena mungkin untuk mencegah insiden keributan dari kedua belah pihak yang memilki jumlah suporter membeludak. Pertandingan dimulai dengan tensi sedang, namun diawal laga tim muamalah lengah dan jurnalistik mampu mengubah kedudukan menjadi 1-0 setelah kiper tak mampu membendung tembakan dari sisi kanan lapangan. Namun itu tak membuat muamalah down dan frustasi, malah di babak pertama ini muamalah mampu membalikan keadaan menjadi 2-1 berkat gol Lubi dan azis, sebelum disamakan kembali oleh jurnalistik sebelum turun minum, melalui tendangan bebas dari luar kotak pinalti yang gagal di antisipasi dengan baik oleh kiper Farid Cahya.
Babak kedua dimulai dengan tensi yang langsung memanas, pertarungan pun sangat sengit di daerah tengah. Namun muamalah berhasil menambah keunggulan 2 gol berturut-turut sehingga skor menjadi 4-2 yang keduanya di lesakan oleh Irvan Maulana. Namun hal tak terduga terjadi ketika durasi waktu sekitar 5 menit tersisa, jurnalistik mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan di lanjutkan dengan adu penalti, dan laga pun berakhir dengan kedudukan 3-2 kemenangan bagi jurnalistik.
Mungkin belum saatnya, selamat buat jurnal dan tunggu pembalasan muamalah di kompetisi selanjutnya. Setidaknya kali ini kami sudah berjuang, memberikan yang terbaik untuk muamalah, perjuangan memang tak selamanya selamanya menghasilkan kemenangan, tapi ada satu hal yang bisa kita ambil dari perjuangan yaitu kebanggaan. So buat kalian bangga dengan perjuangan kalian sendiri, jangan hanya menjadi penonton di luar lapangan, tapi jadilah pemain.
#Farid Cahyafauzi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar