Translate

Kamis, 30 Oktober 2014

Sejarah Berbagai Kerajaan di Nusantar

1.      Kerajaan Kutai
Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak hindu di Nusantara dan merupakan kerajaan tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama kutai di ambil dari tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut.
Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan di korbankan. Ada 7 yupa yang menjadi tanda kerajaan kutai, berdasarkan prasasti tersebut di ketahuiu bahwa raja Mulawarman namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.
Raja pertama kerajaan kutai adalah Maharaja kandungga yang namanya ditafsirkan sebagai nama asli indonesia yang belum terpengaruh oleh budaya india.
Nama-nama raja Kutai:
·         Maharaja Kandungga, gelar Anumerta Demawarman
·         Maharaja Asmawarman (Anak Kandungga)
·         Maharaja Mulawarman (Anak Asmawarman)
·         Maharaja Marawijaya Warman
·         DLL


2.      Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya memelopori cita-cita kesejahteraan bersama dalam negara. Tercermin dalam slogan yang dimilkinya yaitu “marvuat vanua criwijaya siddhayara subhika” (cita-cita negara yang adil dan makmur). Lahir pada abad Ke-VII di sumatera di bawah kekuasaan wangsa syailendra. Hal ini termuat dalam Prasasti kedukan bukit di kaki bukit si Guntung di palembang, bertarikh 682 .
Secara etimologi sri berarti “bercahaya atau gemilang” dan wijaya berarti “kemenangan atau kekayaan”. Sriwijaya atau disebut juga srivijaya, Thai atau sri wichay adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan kamboja, thailand selatan, semeneajung malaya, sumatera, jawa, dan pesisir kalimantan.
Sekitar tahun 1993, Pierre-Yves Manguin melakukan observasi dan berpendapat bahwa pusat sriwijaya  berada di sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera Selatan), tepatnnya di sekitar situs Karanganyar yang kini dijadikan Taman purbakala kerajaan Sriwijaya.
Pendeta Tiongkok I tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi Rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran Agama Buddha. Agama dan kebudayaan yang di kembangkan padakerajaan sriwijaya adalah dengan mendirikan Universitas Buddha.
Di dunia perdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok, yaitu dengan penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. Dominasi atas selat Malaka dan sunda menjadikan sriwijaya sebagai pengendali rute perdaganganrempah dan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang melintas.
Dari  catatan sejarah dan bukti Arkeologi, abad ke-9, Sriwijaya melakukan Kolonisasi di hampir seluruh kerajaaan Asia Tenggara (sumatera,jawa,semenanjung malaya,thailand,kamboja,vietnam, dan filipina).
Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik sriwijaya, dapat dilacak dari beberapa prasasti yang mengandung informasi penting tentang kadatuan, vanua, samaryyada, mandala, dan bhumi. Kadatuan bermakna kawasan datu, tempat tinggal.vanua dapat di anggap sebagai kawasan kota, samaryyada di artikan kawasan pedalaman, mandala merupakan kawasan otonomi dari bhumi.
Warisan terpenting sriwijaya adalah bahasanya. Sebab sriwijaya berperan besar atas tersebar luasnya penggunaan bahasa melayu kuno di Nusantara.

3.      Kerajaan Airlangga
Airlangga (bali, 990-1049) atau sering pula disebut Erlangga, adalah pendiri kerajaan kahuripan, yang memerintah 1009-1042 dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.
            Airlangga berarti ”Air yang melompat”. Lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja kerajaan bedahulu dari wangsa mahadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri wangsa Isyana dari kerajaan Medang.
Airlangga memiliki dua orang adik, yaitu Marakata (menjadi raja bali sepeninggal ayah mereka) dan anak wungsu (menjadi raja sepeninggal marakarta). Airlangga keturunan Mpu sindok dari wangsa Isayana.

Masa Pelarian
Airlangga menikah dengan puteri pamannya, yaitu dharmawangsa teguh (saudara Mahendradatta) di watan. Pada saat pernikahan berlangsung kota watan di serbu Raja Wurawari yang berasal dari Lwaram, sekutu kerajaan sriwijaya. Penyerangan tersebut terjadi pada tahun 928 saka, atau sekitar tahun 1006/7.
Dharmawangsa teguh tewas,sedangkan airlangga lolos ke hutan pegunungan (wanagiri) ditemani pembantunya yang bernama Mpu Narottama ketika berusia 16 tahun dan mulai mrnjalani hidup sebagai seorang petapa.
Airlangga  membangun ibukota baru bernama Watan Mas di dekat gunung Penanggungan.
Masa Peperangan
Tahun 1025 Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruhnya, hal itu tidak berjalan mulus karena menurut prasasti terep (1032), Watan Mas di reut musuh dan airlagga melarikan diri ke desaPatakan. Berdasarkan Prasasti Kamalagiyan (1037) ibu kota kerajaan di pindah ke kahuripan (sidoarjo)
Tahun 1030 airlangga mengalahkan Wisnuprabhawa-Raja Wuratan, Wijayawarma-Raja wengker, Panunda-Raja lewa.
Tahun 1032 seoran raja wanita dari Tulungagung menghancurkan istana Watan Mas. Airlangga melarikan diri ke desa patakan ditemani Mapanji Tumanggala, dan di tahun itu pula diapun berhasil mengalahkan raja wanita tersebut.

Masa Pembangunan
Airlangga naik Tahta dengan Gelar Abhiseka sri Maharaja Rakai Halu Sri Dhaemawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa
Airlangga mulai malakukan pembangunan demi kesejahteraan rakyatnya yang di catat dalam prasasti peninggalannya, antara laim:
·         Membangun Sri Wijaya tahun1036
·         Bendungan Waringin Sapta tahun 1037
·         Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh
·         Jalan-jalan yang menghubungkan daerah pesisir ke pusat kerajaan
·         Meresmikan petapaan Gunung Pucangan 1041
·         Memindahakan ibukota kahuripan ke daha

Pembelahan Kerajaan
Tahun 1042 Airlangga turun tahta dan memutuskan untuk menjadi pendeta. Kemudian Menurut Prasati Gabdakhuti (1042) menyebutkan bahwa gelar kependetaan Airlangga adalah Resi Aji Paduka Mpungku Sang Pinaka Catraning Bhuwana..
Karena putri mahkota menolak menjadi raja dengan emilih menjadi pertama bernama dewi kili suci, airlangga bingung memillih pengganti karena kedua putranya bersaing memperebutkan tahta.airlangga lalu membagi dua kerajaannya. Kerajaan barat dan kerajaan timur. Kerajaan barat disebut kerajaan kadiri ber[usat di kota baru yaiyu daha di perintah oleh Samarawijaya, kerajaan timmur disebut janggala berpusat di kota lama, yaitu kahuripan, diperintah oleh Mapanji Garasakan.

            Akhir Hayat
Tidak diketahui pasti kapan Airlangga meninggal. Prasati Sumengka (1059) peninggalan kerajaan Janggala hanya menyebutkann Resi Aji Paduka Mpungku dimakamkan di thirta atau pemandian.
Pada candi Belahan ditemukan angka tahun 1049. Tidak diketahui pasti apakah itu tahun airlangga meninggal atau tahun di bangun candi tersebut.
C. Kerajaan Medang
Disebut juga kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu, berdiri di jawa tengah pada abad ke-8, lalu dipindah ke jawa timur pada abad ke-10. Kerajaan Medang runtuh pada abad ke-11.
Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta, disini pertama kalinya istana kerajaan maedang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Istilah Mataram lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaaan secara keseluruhan.
Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah di temukan, antara lain:
·         Medang i Bhumi Mataram (zaman sanjaya)
·         Medang i Mamrati (zaman rakai pikatan)
·         Medang i poh pitu (zaman i dyah Balitung)
·         Medang i Bhumi mataram (zaman dyah wawa)
·         Medang i Tamwlang (zaman mpu sindok)
·         Medang i Watugaluh (zaman mpu sindok)
·         Medang i wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh)
Awal Berdirinya kerajaan
Prasasti Mantyasih (907) atas nama dyah balitung menyebutkan bahwa raja pertama kerajaan medang (Rahyang ta rumuhun ri medang ri poh pitu) adalah rakai mataram sang ratu sanjaya.




D. Kerajaan Majapahit
Majapahit berdiri sekitar tahun 1239-1500 M. Puncak kejayaannya dan menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas pada masa kekuasaan hayam wuruk, berkuasa pada tahun 1350-1389.
Merupakan kerajaan hindu budha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satudari negara terbesar  dalam sejarah indonesia. Wilayah kekuasaan (jawa, sumatera, semenanjung malaya, kalimantan, indonesia timur) meskipun hal tersebut masih diperdebatkan.
Sejarah berdirinya majapahit
Majapahit lahir pada hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan kartika tahun 1215 saka bertepatan dengan tanggal 10 november 1239. Di nobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jaya whardana.
Kejayaan Majapahit
Hayam Wuruk disebut juga Rajasanagara, mmemerintah majapahit dari tahun1350-1389. Majapahit mencapai puncak kejayaannya di bantu oleh mahapatih gajah mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364)
Menurut kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan majapahit meliputi, semenanjung malaya, kalimantan, sulawesi, kepulauan nusa tenggara, maluku, papua, tamasik (singapura), dan sebagian kepulauan filipina.
Jatuhnya Majapahit
Setelah mencapai puncaknya pada abad le-14, kekuasaan majapahit berangsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun1389, Majapait memasuki masa kemunduran akibat konfllik perebutan tahta. Pewaris Hayam Wuruk adalah puti mahkota Khusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran wikramawardhana. Hayam wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas tahta.
Perang saudara (perang paregeg) terjadi pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi dan Wikramawardhata, dan di menagkan oleh wikramawardhata, sementara wikrabhumi di tangkap kemudian di pancung.
Waktu berakhirnya kemaharajaan majapahit berkisar pada kurun waktu 1478 (tahun1400 saka, berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemeritahan hingga tahun 1527.
Ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna kretaning bumi, konon adalah berakhirnya majapahit dan harus dibaca sebagai 0041, yaitu tahun 1400 saka, atau 1478 masehi. Arti sengkala ini adalah “sirna  hilanglah kemakmuran bumi”. Atau gugurnya Bhre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar