A. Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
·
18 Agustus –
PPKI membentuk pemerintahan sementara dengan Soekarno sebagai presiden dan
Moh.Hatta sebagai Wakil Presiden. Piagam Jakarta yang memasukan kata “islam” di
dalam sila pancasila, dihilangkan dari Mukadimah konstitusi yang baru. RI yang
baru lahir terdiri dari 8 provinsi (Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil.
·
22 Agustus –
Jepang mengumumkan bahwa mereka menyerah di depan umum di jakarta. Jepang
Melucutu senjata, membubarkan PETA dan Heiho.
·
23 Agustus –
Soekarno mengirimkan pesan Radio pertama ke seluruh negeri Indonesia.
·
29 Agustus –
Rancangan Konstitusi bentukan PPKI yang telah di umumkan pada tanggal 18
Agustus, ditetapkan sebagai UUD 1945. Soekarno dan Hatta resmi di angkat
sebagai Presiden dan Wakil Presiden. PPKI lalu berubah nama menjadi KNIP (
Komite Nasional Indonesia Pusat ) sebagai lembaga sementara sampai pe,ilu di
laksanakan.
·
23 Agustus 1945
– Tentara Belanda mendarat di sabang Aceh.
·
15 September
1945 – Tentara Sekutu tiba di jakarta, ia di dampingi Dr.Charles van der plas,
wakil Belanda pada sekutu. Kehadiran sekutu di boncengi NICA (Netherland Indies
Civil Administration – [Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) di pimpin oleh
Dr.Hubertus J. Van Mook
.
B. Dampak
Pendudukan Jepang dalam Berbagai Aspek Kehidupan Bangsa Indonesia
1.
Aspek
Politik
Kebijakan Dai Nippon (pemerintsh Militer
Jepang) adalah melarang semua rapat dan kegiatan politik. Tanggal 20 Maret
1942, dikeluarkan peraturan yang membubarkan semua Organisasi plitik dan semua
bentuk perkumpulan. Tangggal 8 september 1942 dikeluarkan UUD No. 2 Jepang
mengendalikan seluruh Organisasi Nasional.
Jepang melakukan Propaganda untuk
menarik simpati bangsa Indonesia, denngan cara:
·
Menganggap
jepang sebagai saudara tua bangsa Asia (Hakko Ichiu)
·
Melancarkan
semboyan 3A (jepang pemimpin, jepang cahaya, jepang pelindung Asia)
·
Melancarkan
simpati melalui pendidikan berbentuk Beasiswa Pelajar
·
Menarik simpati
Umat Islam untuk melakukan ibadah Haji
·
Menarik simpati
organisasi Islam MIAI
·
Melancarkan
politik Dumping
·
Mengajak
bergabung tokoh-tokoh perjuangan nassional, (ir. Soekarmo, Drs. M. Hatta, serta
Sutan Syahrir,dengan cara membebaskan tokoh tersebut dari penahanan Belanda)
Selain propaganda,
jepang melakukan tindakan nyata berupa pembentukan badan-badan kerja sama:
·
Putera (Pusat
Tenaga Rakyat). Tujuannya membujuk kaum nasionalis sekuler dan intelektual agar
menyerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengabdi kepada jepang.
·
Jawa Hokokai
(Himpinan Kebaktian Jawa) organisasi sentral terdiri atas berbagai macam
profesi (dokter, pendidik, kebaktian wanita pusat, dan perusahaan).
Sistem autarki (daerah
yang harus memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan perang). Di terapkan di
setiap wilayah ekonomi. Jawa di bagi menjadi 17 daerah, sumatera 3 daerah, dan
Meinsefu (daerah yang diperintah angkatan laut) 3 daerah. Daerah Hindia Belanda
terbagi 3 daerah pemerintahan militer:
·
Daerah Bagian
Tengah (jawa, madura dikuasai oleh tentara ke enam belas dengan kantor pusat di
batavia)
·
Bagian Barat
(sumatera, kantor pusat di bukit tinggi dan dikuasai oleh tentaa kedua puluh
lima)
·
Bagian timur
(kalimantam, slawesi, Nusantara, Maliku, dan Irian Jaya dibawah kekuasaan
armada selatan kedua berpusaty di Makassar)
Untuk mempermudah
Pengawasan, dibentuk 3 pemerintahan Militer:
·
Pembentukan
Angkatan Darat/Gunseibu
·
Pembentukan
Angkatan Darat/Rikiyun
·
Pembentukan
Angkatan Laut/Kaigun
2.
Aspek
Ekonomi dan Sosial
Sistem
pengaturan ekonomi yang di berlakukan jepang adalah:
·
Kegiatan ekonomi
di arahkan untuk kepentingan perang. Seluruh SDA dan bahan mentah di gunakan
untuk untuk industri yanag mendukung mesin perang
·
Jepang menerapkan:
a. Sistem
pengawasan ekonomi secara ketat dengan sanksi perlanggaran yang sangat berat;
b. Pengendalian
harga untuk mencegah meningkatnya harga barang.
c. Monopoli
tebu dan gula,pemaksaan menanam pohon jarak dan kapas pada lahan pertanian dan
perkebebunan merusak tanah.
·
Menerapkan
sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan
menunjang kegiatan parang).
3.
Aspek
Kehidupan Militer
Memasuki
tahun kedua pendudukannya (1943), jepang semakin intensif mendidik dan melatih
pemuda-pemuda indonesia di bidang militer. Hal ini disebabkan situasi di medan
pertempuran (Asia-Pasifik) semakin menyulitkan jepang, mulai dari pukulan
sekutu pada pertampuran laut di Midway (Juni 1942) dan sekitar laut karang
(Agustus 1942-Februari 1943). Kondisi ini diperparah dengan jatuhnya
Guadalacanal yang merupakan basis kekuatan Jepang di Pasifik (Agustus 1943).
Jepang
melakkuka Konsolidasi kekuatan dengan menghimpun kekuatan dari kalangan pemuda
dan pelajar indonesia sebagai tenaga potensial yang akan diikutsertakan dalam
pertempuran menghadapi sekutu.
4.
Dampak
Positif dan Negatif Pendudukan Jepang di Indonesia
Dampak positif:
·
Bahasa ndonesia
di perbolehkan sebagai bahasa komunikasi nasional dan menyebabkan bahasa
indonesia mengukuhkan diri sebagai bahasa nasional.
·
Dalam bidang
ekonomi didirikannya kumlay. Yaitu
koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
·
Mendirikan
sekolah-sekolah.
·
Pembentukan
strata masyarakat hingga tingkat paling bawah, yaitu Rukun Tetangga (RT) atau
Tonarigumi.
·
Di perkenalkan
suatu sistem baru bagi pertanian, yaitu line system (sistem pengaturan bercocok
tanam secara efisien) yang bertujuan meningkatkan produksi pangan.
·
Dibentuknya
BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dari sini munculah
ide Pancasila.
·
Melatih dan
mempersenjatai pemuda indonesia demi kepentingan jepang pada awalnya, tetapi
para pemuda menggunakannya sebagai modal perang.
·
Dalam
pendidikan, dekenalnya sistem Nipon sentris dan diperkenalkannya kegiatan
upacara dalam sekolah.
Dampak
Negatif:
·
Penghapusan
semua Oprganisasi Politik
·
Romusha
·
Krisis Ekonomi
yang sangat parah karena di salurkannya uang penduduk secara besar-besaran
sehingga menyebabkan terjadi inflasi.
·
Self Sufficiency
menyebabkan terputusnya hubungan antar daerah.
·
Pembatasan Pers
sehingga tidak Independen.
·
Terjadinya
kekacauan situasi dan kondisi yang parah (perampokan, pemerkosaan, dll).
·
Pelarangan
tergadap buku-buku berbahasa belanda dan Inggris yang menyebabkan pendidikan
yang lebih tinggi terasa mustahil.
·
Hanya guru yang
dipekerjakan sebagai pejabat-pajabat pada masa itu yang menyebabkan kemunduran
standar pendidikan yang sangat tajam.
C. Politik dan
Pemerintahan
Indonesia
menjalankan sistem pemerintahan republik Presidensial multi partai yang
demokratis. Sistem politik Indonesia didasarkan pada Trias Politika, yaitu
kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Legislatif di pegang oleh MPR.
Lembaga Eksekutif berpusat pada Presiden, wakil Presiden, dan Kabinet. Kabinet
di Indonesia adalah presidensial sehingga para menterri bertanggung jawab
kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen.
Lembaga
Yudikatif sejak masa reformaasi dan Amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah
Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan
Administrasi para Hakim. Meskipun demikian, keberadaan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia tetap di pertahankan.
1.
Pembagian
Administrasi
Indonesia saat ini terdiri atas 33
Provinsi, lima diantaranya memiliki status yang berbeda. Privinsi dibagi
menjadi 399 kabupaten dan 998 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan
dibagi lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau
istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32
tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah. Tiap Provinsi memiliki DPRD Provinsi
dan Gubernur, sementara Kabupaten memiliki DPRD Kabupaten memiliki DPRD
kabupaten dan Bupati, Kota memiliki DPRD Kota dan Walikota, di pilih langsung
oleh Rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten
atau Kota karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukan
Daerah Otonom.
2.
Geografi
dan Sumber Daya Alam
Indonesia adalah negara keplauan di Asia
Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya
tidak berpenghuni, yang menyebar sekitar Khatulistiwa, yang memberikan cuaca
Tropis. Posisi Indonesia terletak pada kordinat 6 derajat LU-11 derajat 08 LS
dan dari 95 derajat BT-141 derajat 45’BT, serta terletak di antara dua benua,
yaitu Benua Asia dan Benua Australia/Oseania.
Wilayah indonesia terbentang sepanjang
3.977 mil di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Luas daratan adalah
1.922.570 km dan luas parairannya 3.25.483 km. Batas wilayah Indonesia diukur
dari kepulauan dengan menggunakan terirorial laut: 12 mil laut serta zona
ekonomi eksklusif: 200 mil laut, searah penjuru mata angin.
3.
Ekonomi
Sistem
ekonomi indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Reopublik
Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama indonesia, yang selanjutnya
berganti menjadi Rupiah.
Pada
masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem
ekonomi kapitalis, tetapi memadukannya dengan nasionalisme ekonomi.
Pemerintahan Orde Baru segera menetapkan
disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang,
penjadwalan ulang utang luar negeri, dan mencari bantuan dan investasi asing.
Pada Era 1970-an harga minyak bumi yang meningakat menyebabkan melonjaknya
nilai ekspor, dan memicu tingkayt pertumbuhan ekonomi rata-ratayang tinggi
sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981.
D. Indonesia
(1998-2005)
Era reformasi di
Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 1998. Tepatnya saat presiden Soeharto mengundurkan
diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil Presiden B.J Habibie.
Krisis Finansial Asia
yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan
Masyarakat terhadap pemerintahan Soeharto menyebabkan demonstrasi
besar-besaran.
Pemerintahan Soeharto
semakin di sorot setelah tragedi Trisakti 12 Mei 1998 yang memicu kerusuhan Mei
1998 sehari kemudian.
·
Tahun 1998
Krisis Ekonomi dan Kerusuhan Mei 1998.
·
Tahun 1999
kekerasan etnis/agama terjadi di malauku, pemisahan timor-timur menjadi negara
merdeka melalui referendum yang di sponsori oleh PBB, konflik antar
pro-kemerdekaan dan pro-indonesia, pemilu 1999 (pemilihan yang bebas diselenggarakan
di indonesia, Dll.
·
Tahun 2001, 29
januari ribuan demonstran berkumpul di
gedung MPR dan meninta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi
dan ketidakkompetenan. Juli, pengangkatan Megawati Soekarnoputri sebagai
presiden melalui sidang istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati resmi menjadi
presiden ke05 Indonesia,
·
Tahun 2002,
pemerintah meresmikan komisi pelanggaran HAM untuk memeriksa dugaan pelanggaran
HAM pada Pemisahan Timor-timur 1999, Irian Jaya diberi kekuasaan otonom oleh
Jakarta dan diperbolehkan berganti nama menjadi Papua., Timor-timur bekas
provinsi termuda indonesia resmi Merdeka denga nama Timur Leste, Dll.
·
Tahun 2004,
pemilihan Umum Anggota DPR,DPD, dan DPRD indonesia 2004, pemilihan parlementer
dan daerah, Dll.
·
Tahun 2005,
28-31 Maret-Kongres II PDI-P berlangsung di Denpasar, Bali dan dijadwalkan
berakhir tanggal 2 April. Megawati Soekarnoputri terpilih secara aklamasi untuk
kembali memimpin PDI-P untuk periode 2005-2010, Dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar